Dinas Pendidikan Jatim Undur Penutupan Pendaftaran PPDB SMA

Portaltiga.com – Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Jawa Timur akhirnya menunda lagi batas pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019 hingga Sabtu dini hari 21 Juni 2019. Penundaan tersebut, didasari masih banyaknya pemilik calon siswa yang PIN tapi belum mendaftar.

“Bukan persoalan soal demo di Kantor Dindik Jatim kemarin, tapi real data kita ada tujuh ribu yang sudah ambil PIN dan belum mendaftar,” ujar Plt Dindik Jatim Hudiono, Jumat (21/6/2019)

Menurut Hudiono, sisa tujuh ribu calon siswa yang memiliki PIN ini sudah bisa dipastikan tidak akan selesai dalam sehari. Sehingga tidak memungkinkan kalau harus ditutup pendaftaran hari ini, Jumat 21Juni 2019.

“Selanjutnya hasil dari perpanjangan jadwal PPDB ini bakal diumumkan di Sabtu 22 Juni 2019 pukul 09.00,” ungkapnya.

Selain menunda pendaftaran PPDB SMA, Dindik Jatim kata Hudiono juga membuat keputusan pengalihan kuota offline atau jalur prestasi, warga miskin, dan pindah tugas ke kuota online.

“Dari kuota yang ditetapkan khususnya jalur mitra warga, ada prestasi, akademis, non akademis, perpindahan orang tua (tugas) tidak terpenuhi. Kemudian kuota yang tidak terpenuhi dari warga tidak mampu itu juga kita geser ke nilai ujian nasional,” bebernya.

Hanya saja untuk kuota kosong jalur offline, Hudioyono mengaku tidak hapal. Sebab, tiap sekolah berbeda tergantung berapa besar kuota yang tersedia.

“Ya pasti berbeda tiap sekolah. Ada yang sudah terpenuhi. Ada yang 90 persen, ada yang 80 persen, ada yang 70 persen,” tuturnya.

Namun lanjut Hudiono, masuknya jalur prestasi ini dari kuota offline ini tidak mengubah mekanisme yang sudah berjalan. Calon siswa yang sudah mendaftar tetap tersimpan dalam input data. Sementara sisanya bisa langsung masuk.

Dari itu nanti kata pria yang juga Kepala Biro Kesejahteraan Sosial, sistem secara otomatis meranking lagi, mana yang masuk kuota zonasi online, mana tambahan jalur nilai ujian nasional dari kuota siswa offline.

“Nanti akan diatur oleh sistem. Ya secara otomatis meranking lagi. Menurut nilai ujian nasional juga. Kan ada sisa khususnya administrasi pindahan, tidak mampu secara otomatis masuk nilai ujian nasional,” tandasnya. (ars/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION