Dilantik Jadi Legislator Surabaya, Ini Keinginan Arif Fathoni

Portaltiga.com – Pasca pelantikan 50 Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 pada Hari Sabtu (25/08/2019) di Ruang Paripurna lantai 3 Gedung DPRD Kota Surabaya, Jalan Yos sudarso para anggota legislatif di kota pahlawan diambil sumpahnya untuk melaksanakan tugas menjadi wakil rakyat dengan sebaik-baiknya.

Salah satu anggota DPRD Kota Surabaya terpilih asal Partai Golkar, Arif Fathoni mengaku akan berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dengan berencana membuat perda yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Output penilaian kinerja dprd itu kan dari berapa perda yang bisa dihasilkan dalam periode itu, makanya paling tidak kita mendorong agaŕ ada peningkatan produktivitas periode mendatang ini dalam pembentukan dan pengesahan perda-perda yang bermanfaat bagi masyarakat surabaya,” jelasnya saat ditemui usai pelantikan.

Namun sebelum melaksanakan tugasnya dengan maksimal, terlebih dahulu ia akan mengikuti aturan untuk pembentukan fraksi, pengesahan tatib, dan pengesahan alat kelengkapan dewan dengan mengkomunikasikan dengan lintas partai.

“Tetapi yang lebih urgen kita tidak bisa berlama-lama dengan proses pembentukan itu dan kita bisa langsung segera untuk kepentingan rakyat,” tegas pria yang kini menjadi Ketua fraksi Golkar DPRD Surabaya ini.

Arif Fathoni pun berharap partainya mendapat bagian dalam komposisi pimpinan sementara DPRD Surabaya mengingat partai Golkar dalam pileg lalu sama-sama meraih lima kursi seperti Partai Gerindra, PKB, dan PKS.

Namun karena jumlah suara Partai Golkar dibawah tiga partai lainnya, menyebabkan Partai Golkar tidak dapat mengusung anggota legislatifnya dalam komposisi pimpinan dewan definitif.

“Ya paling tidak upaya kita, teman-teman lintas partai itu bisa menghargai itu dengan memberikan pimpinan komisi kepada partai golkar yang proporsional,” tuturnya.

Menanggapi salah satu kader partai berlogo pohon beringin, yakni Binti Rochma yang terjerat kasus korupsi Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas), pria yang akrab disapa Toni ini mengungkapkan keprihatinannya dan mengusahakan agar kejadian tersebut tidak terulang di kemudian hari.

“Tentu kita prihatin dengan apa yang menjerat salah satu kolega kami. Dengan adanya persoalan tersebut membuat kita melakukan evaluasi secara komprehensif agar kejadian itu tidak terulang. Naudzubillahimindzalik,” pungkasnya. (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »