Debut Pertama Pameran Listrik Cerdas & Otomatisasi di Indonesia Dukung ‘Making Indonesia 4.0’

Portaltiga.com – Untuk pertama kalinya, penyelenggara pameran terbesar di Indonesia, Pamerindo Indonesia menggelar pameran perangkat cerdas untuk efisiensi energi terbesar, Elenex Indonesia 2018 bersamaan dengan Building System & Automation (BSA) Indonesia 2018.

Kedua pameran ini akan berlangsung 19-21 September 2018di JIExpo Kemayoran Jakarta. Melibatkan lebih dari 250 peserta dan profesional Internet of Things (IoT) dalam mengaplikasikan solusi efisiensi energi, inovasi pencahayaan, sistem bangunan dan otomatisasi, serta sensor dan sistem keamanan pintar, acara ini akan mendatangkan lebih dari 6,000 profesional dan pemain industri utama, khususnya dari sektor manufaktur.

Elenex Indonesia berfokus pada listrik cerdas dan efisiensi energi, sementara titik berat BSA Indonesia ada di sistem bangunan cerdas dan otomatisasi.

“Lewat penggabungan dua pameran ini, kami optimis dapat berkontribusi dalam percepatan adopsi industri 4.0 dan manufaktur cerdas di Indonesia. Pameran ini juga menjadi wadah bagi ratusan manufaktur untuk memamerkan keunggulannya di bidang otomatisasi berbasis IoT dan solusi penghematan energi, dengan berbagai teknologi yang menjadi fokus inisiatif industri 4.0 dari pemerintah untuk membangun Indonesia 4.0,” ujar Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia, dalam rilis yang diterima portaltiga.com, Selasa (4/9/2018).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia meluncurkan peta jalan dan strategi, Making Indonesia 4.0, untuk menyukseskan industri 4.0, di tengah cepatnya perkembangan teknologi industri manufaktur di Indonesia. Komponen pentingnya mencakup kecerdasan buatan, IoT, dan sensor perangkat cerdas, seperti diungkapkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Implementasi industri 4.0 yang sukses di Indonesia akan berdampak signifikan bagi pertumbuhan PDB hingga 1-2% setiap tahun, diperkirakan akan naik hingga 5%, mencapai 6-7% di periode tahun 2018-2030. Hampir seperempat dari proyeksi rasio pertumbuhan tersebut berasal dari industri manufaktur Indonesia, yang saat ini mengalami transformasi digital sangat cepat lewat IoT.

Selain mentransformasi bisnis cerdas, IoT juga membantu bisnis menghemat biaya operasional untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Melalui sensor dan perangkat yang dibuat dengan otomatisasi dan sistem cerdas, misalnya, IoT menawarkan sistem kontrol yang tadinya hanya bisa dilakukan oleh manusia.

“Dengan melibatkan lebih sedikit sumber daya manusia dalam melakukan tugas perusahaan, akan meningkatkan efisiensi biaya dan bisnis secara signifikan,” ujar Tony Nur, General Manager Sicurezza Solutions Indonesia, sebagai salah satu peserta pameran di Building System & Automation Indonesia 2018.

Jaringan Cerdas, Tren Masa Depan untuk Bangunan Pintar

Bangunan komersial dapat
menghemat hingga US$ 60 miliar, jika investasi untuk efisiensi energi ditingkatkan, setidaknya 1-4%, seperti diungkapkan dalam studi oleh American for an Energy Efficient Economy (ACEEE).

“Salah satunya, pengaturan kualitas daya dan listrik pada bangunan komersial. Hal ini akan memaksimalkan penggunaan dan memperpanjang umur pemakaian peralatan untuk efisiensi bisnis. Dalam hal ini, jaringan cerdas sebagai konvergensi informasi (TI) dan teknologi operasi, menjadi penghubung utama bagi teknologi bangunan cerdas,” ujar Eddie Widiono, pendiri asosiasi jaringan cerdas di Indonesia, Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI).

Kemajuan teknologi jaringan cerdas berkontribusi dalam percepatan pertumbuhan IoT, khususnya dalam membangun teknologi energi terbarukan, perangkat listrik, dan sistem penyimpanan energi.

“Dalam hal bisnis, jaringan cerdas juga akan menciptakan pasar dan peluang baru yang bernilai hingga US$ 100 miliar, khususnya lewat penggunaan peralatan pintar untuk bisnis, seperti meter pintar dan pusat data, gardu pintar, serat optik, dan sensor IoT,” tambah Eddie Widiono.

Listrik dan jaringan cerdas akan terus memegang peranan penting dalam membangun masa depan industri 4.0 di Indonesia. Karenanya, dibutuhkan kolaborasi yang padu antara pemerintah dan swasta.

“Misalnya, kami gunakan transformator daya dan distribusi berteknologi canggih, untuk kemudian diaplikasikan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk penyebaran listrik di seluruh Indonesia. Dengan demikian, percepatan transmisi energi berteknologi tinggi pun bisa tercapai, bahkan hingga ke daerah pedesaan,” ujar Vincentius Winarto, Business Development of Trafo Indonesia, sebagai salah satu peserta pameran Elenex Indonesia 2018.

Ratusan perusahaan manufaktur lainnya dari dalam dan luar negeri akan turut berpartisipasi dalam pameran Elenex Indonesia 2018 dan Building System 2018, yang ditargetkan menjadi salah satu pameran tahunan terbesar untuk IoT, otomatisasi bangunan, dan solusi efisiensi energi. (leonarita hutama/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION