Headline News
Motor Trail Honda Laris Manis (November 18, 2017 2:54 pm)
Karangan Bunga Lucu Untuk Setnov Dirusak (November 18, 2017 2:18 pm)
Setya Novanto Dapat Karangan Bunga Lucu (November 18, 2017 1:02 pm)
Ini Dia Manfaat Kecambah Bagi Tubuh (November 18, 2017 11:52 am)

Cak Nun: Indonesia Dalam Kondisi Tak Seimbang

20/07/2017
70 Views

Portaltiga.com – Keluarnya Peratutan Perundang-undangan (Perpu) Keormasan dinilai sebagai salah satu hasil dari ketidakseimbangan dalam beberapa hal. Tidak hanya dalam berpikir, tapi juga ketidakseimbangan manajemen, komponen dan komprehensif.

 

Penilaian itu disampaikan budayawan Emja Ainun Najib kepada wartawan di Kantor SWH Center Jalan Imam Bonjol 78, Surabaya, Rabu (19/7) malam. Cak Nun, sapaan akrabnya, memberikan keterangan pers di sela acara “Halal Bi Halal Arek Suroboyo”.

 

Acara yang digelar Yayasan Kalimasadha Nusantara (YKN) digelar sebagai refleksi sekaligus momentum kembali ke persatuan. Selain Cak Nun, acara tersebut juga BangBang Wetan dan Kiai Kanjeng.

 

Menurut Cak Nun, Perpu yang dibuat oleh Pemerintah adalah bagian dari ketidakaseimbangan. Namun, dia berharap seluruh elemen bangsa tidak boleh putus asa dengan kondisi tersebut.

 

“Justru harus berpikir bagaimana cara berpikir yang dasar tujuannya adalah mencari keseimbangan, karena itulah hidup. Bagaimanapun Indonesia masih tetap lebih baik,” ucap Cak Nun, sapaan akrabnya.

 

Kalau ingin bangkit kembali, lanjutnya, pusat nyalanya Surabaya. Sebuah bangsa yang bahagia bisa dilihat dari Surabaya karena memiliki Bonek (Bondo Nekat) atau sebutan untuk pendukung Persebaya. “Dari Surabaya inilah bisa melihat bangsa yang bahagia karena memiliki bonek-bonek yang tangguh,” tandasnya.

 

Banyaknya bonek di Surabaya membuat warganya bahagia karena meski tak memiliki uang, namun tetap mampu bertahan hidup. “Kalau di sini, meski tidak punya uang, dia tetap bisa rabi (nikah),” tandas budayawan kelahiran Jombang ini.

 

Di tempat sama Pembina Yayasan Kalimasadha Nusantara Sigid Haryo Wibisono menyampaikan jalinan silaturahim yang dibangun, terutama rakyat Jatim, diharapkan bisa memperkuat pencerahan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Intinya, kegiatan ini digelar agar kehidupan berbangsa dan bernegara semakin harmonis serta tidak terganggu oleh perbedaan umat,” kata tokoh yang juga politikus DPP Partai Golkar tersebut. (Bmw)

Leave A Comment