BI Jatim: Optimis Ekonomi Jatim Tetap Tumbuh Di Triwulan Pertama 2017

Portaltiga.com-Di triwulan pertama tahun 2017 ini, Bank Indonesia Jawa Timur memperkirakan kondisi ekonomi di Jawa Timur tetap stabil bahkan tumbuh meski tidak tinggi pertumbuhannya.

Kepala Bank Indonesi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, pada awal tahun sampai triwulan pertama tahun ini ekonomi Jawa Timur dipastikan tetap stabil bahkan cenderung meningkat, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kami optimis ekonomi Jawa Timur pada triwulan I-2017 masih menunjukkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Jawa Timur pada triwulan I-2017 tumbuh di level 5,4-5,8%, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2016.”ujarnya, dalam Bincang-Bincang Media (BBM) di Perpustakaan BI Mayangkara-Surabaya, Selasa (28/02/17).

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan pertama ini lebih ditopang pada panen raya padi di Jatim. Selain itu adanya peningkatan ekspor dan perbaikan konsumsi pemerintah. Di sisi lain, konsumsi swasta dan kinerja investasi triwulan I-2017 diperkirakan melambat sebagaimana polanya di awal tahun.

Difi juga mengatakan, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan sampai dengan bulan Februari 2017, konsumsi  swasta Jawa Timur triwulan I 2017 diperkirakan sedikit melambat, namun masih sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia. Perlambatan konsumsi sejalan denganberakhirnyaperayaan natal dantahunbaru yang tercermin dari melemahnya Indeks Rata-Rata Penjualan Eceran maupun Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Januari 2017.

“Investasi sampai dengan Februari 2017 menunjukkan perlambatan, tercermin dari hasil SKDU terhadap kapasitas utilisasi usaha yang masih rendah. Sedangkan investasi pemerintah sesuai pola di awal tahun, dimana sejumlah proyek pembangunan masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan.”terangnya.

Sementara Kinerja Ekspor Luar Negeri, tambah Difi, juga diperkirakan meningkatpadatriwulan I 2017. Namun, potensi perlambatan ekspor perlu diwaspadai mengingat permintaan ekspor tembakau dari Eropa, AS, danTiongkok juga cenderung menurun, akibat adanya gerakan anti merokok di Eropadan AS serta melambatnya Purchashing Managers Index Tiongkok pada bulan Januari 2017.

Di sisi lain, kata Difi, kinerja impor luar negeri pada triwulan I 2017 diperkirakan meningkat. Potensi impor cabai dan gula mentah untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur turut  mengakselerasi impor pada triwulan I-2017.

Dirinya mengatakan, pertumbuhan Net Ekspor Dalam Negeri diperkirakan akan meningkat pada triwulan I 2017. Peningkatan didorong oleh panenrayayang akan meningkatkan permintaan komoditas pertanian Jawa Timur.

“Selain itu, dimulainya inovasi penjualan berbasis online melalui website untuk produk olahanhasilpertanian yang digalakkan oleh Pemerintah Daerah seperti Pemerintah Kota Batu dan PemerintahKabupatenBanyuwangi turut mendorong terbukanya pasar baru di luar Jawa Timur.”ungkapnya. (Trish)

 

JOIN THE DISCUSSION