Begini Duel Yelyel Tim Relawan Gus Ipul-Puti Versus Khofifah-Emil

Portaltiga.com – Suasana pintu masuk Hotel Mercure Jl Raya Darmo, Surabaya, Selasa (13/2/2018), terdengar ramai suara yelyel para pendukung dan relawan pasangan Cagub-Cawagub Jatim, Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno, dan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak.

Mereka saling bersautan jingle, dan sholawatan menjelang pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon dalam Pilgub Jatim 2018.

Alunan yelyel untuk Gus Ipul – Put, dilakukan oleh pelajar SMK dr Soetomo Surabaya kelas 2. Puluhan siswi ini harus meninggalkan kelas karena diboyong oleh salah satu kader PDIP menggunakan bus dari DPRD Surabaya.

“Saya dijemput di sekolah jam 9 pagi. Terus kumpul di DPRD surabaya dulu, terus dibawa ke Hotel Mercure,” kata salah satu siswi SMK dr Soetomo, Fanni Dahlia.

Fanni mengaku diajak oleh salah satu gurunya untuk melihat pengundian dan pengumuman nomer urut pasangan calon. Fanni berharap agar paslon Gus Ipul-Puti bisa menang sehingga bisa merubah Surabaya lebih baik lagi.

“Ini tadi diajak pak guru, cuma dibilangin disuruh ganti baju tidak dibilangin kalau ada acara ini, cuma bilang ada undangan gitu,” ungkap siswa berjilbab merah ini.

Suasana sangat ramai pendukung Khofifah-Emil yang didominasi para ibu kompak memakai baju putih dengan menyanyikan lagu “Biyen Pakde saiki Bude, Khofifah-Emil pilihan kita, ibu Khofifah ibu’e dewe”.

Sementara pendukung Gus Ipul-Puti menyanyikan jinglenya “Kabeh Sedulur Kabeh Makmur”. Namun selang beberapa menit kemudian pendukung Gus Ipul-Puti plagiat lagu pendukung Khofifah-Emil. Hanya saja mereka mengubah menjadi “Biyen Pakde saiki Gus Ipul, Gus Ipul-Puti pilihan kita”.

Tak hanya saja, pendukung Khofifah-Emil berubah menyanyikan “Ya Ahlal Wathon” sambil diiringi rebana. Lagu tersebut langsung disusul oleh pendukung Gus Ipul-Puti dengan lagu yang sama.

Pendukung Khofifah-Emil melanjutkan sholawat badar. Namun lagi-lagi pendukung Gus Ipul-Puti menirukan sholawat badar tanpa memakai rebana.

Sedangkan aparat kepolisian tampak di tengah-tengah mengamankan suasana agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kericuhan. Polisi menjaga ketat pintu masuk hotel, sehingga yang tidak membawa id card khusus dari KPU Jatim tidak bisa masuk. (ars/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION