BBPJN VIII Didesak Tutup Lubang Jalan Deandels Gresik

 

Portaltiga.com: Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN) VIII didesak untuk segera menutup puluhan lubang di jalan nasional Deandels desa Betoyo, kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Saat ini, kondisi jalan rusak parah sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.

“Penanganan harus cepat supaya masyarakat tahu kalau negara hadir. Jadi, jangan menunggu lubang banyak baru diperbaiki,” kata Gus Ipul saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di jalur tersebut pada Kamis (4/1) pagi.

Menurutnya, perbaikan jalan sudah dalam kondisi mendesak. Jika kerusakan dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan kerusakan jalan akan semakin parah dan menimbulkan korban jiwa bagi pengguna kendaraan yang melewati jalur tersebut.

Kerusakan jalur sepanjang 10 km itu disebabkan beberapa faktor. Selain kontruksi jalan yang tidak memadai, kerusakan juga dipicu pemasangan pipa Perusahaan Gas Negara (PGN) yang tidak profesional.

“Pemasangan pipa tidak profesional sehingga menimbulkan kemacetan dan menganggu masyarakat yang melewati jalan itu. Tanah bekas urugan menutup saluran drainase air di jalan dan berdampak munculnya genangan yang membuat jalan rusak dan kubangan,” ungkapnya.

Gus Ipul meminta agar BPJN VIII segera turun tangan, tidak menunggu proses penganggaran tahun 2017 karena akan memakan waktu yang lama. “Ini sudah menjadi viral dan sangat meresahkan. Balai besar harus merespon cepat jangan menunggu Januari atau Pebruari,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, kemacetan parah terjadi di jalan nasional desa Betoyo, kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kondisi itu disebabkan karena jalan sepanjang 10 km itu berlubang dan ambles. Puluhan lubang di sepanjang jalur itu bahkan tergenang air sehingga mirip kubangan.

BPJN VIII sendiri baru akan melakukan perbaikan jalan paling cepat pada awal Pebruari 2017 dengan alokasi dana sekitar Rp 40 miliar. Meski rusak parah, jalur tersebut hanya akan ditambal sulam karena minimnya anggaran dari pemerintah pusat. Dari 2361 km jalan nasional di Jatim, pemerintah pusat hanya menganggarkan Rp 1,3 triliun untuk pemeliharaan dan perbaikan. (Bmw)

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION