Headline News

Bayt Alqur’an Al Akbar, Wisata Religi Andalan Palembang

09/11/2017
48 Views

Portaltiga.com – Destinasi wisata di Palembang, Sumatera Selatan cukup menjanjikan. Tidak hanya wisata alamnya saja menarik. Bumi Sriwijaya, sebutan nama lain dari Palembang, juga memiliki wisata religius yang layak dikunjungi oleh wisatawan.

Jika di Jawa Timur terdapat banyak wisata religi, seperti Sunan Ampel, Sunan Giri dan Sunan Drajat. Di Palembang punya Wisata religi Bayt Alqur’an Al Akbar. Wisata religi Bayt Alqur’an Al Akbar ukiran kayu ini berada di komplek Pesantren Modern IGM Al Ihsaniyah Gandus, Palembang.

Ratusan hingga ribuan orang wisatawan setiap harinya, mengunjungi Bayt Alqur’an Al Akbar. Para wisatawan itu datang dari berbagai penjuru tanah air. Bahkan, beberapa kali dikunjungi wisatawan asing.

Dari depan, sekilas Bayt Alqur’an Al Akbar nampak bukan seperti tempat wisata. Maklum, bangunan Bayt Alqur’an Al Akbar sangat sederhana sekali. Layaknya sebuah rumah, atap bangunan Bayt Alqur’an Al Akbar bukan genting. Dindingnya juga terbuat dari seng.

Namun, di dalamnya terdapat pemandangan yang menakjubkan. Masuk pintu Bayt Alqur’an Al Akbar, sudah disuguhi kitab suci Alqur’an ukiran kayu 30 juz berukuran raksasa. Warna Alqur’an kuning keemasan menambah kerasan pengunjung berlama-lama di dalam ruangan.

“Subhanallah ternyata ada masyarakat Palembang yang bisa membuat kitab suci Alqur’an 30 jus sebesar ini. Sungguh menakjubkan,” ucap Sam Dimas Hari, wisatawan asal Malang, Jatim sambil menggelengkan kepalanya.

Wisata religi Bayt Alqur’an Al Akbar ukiran kayu ini digagas oleh putra daerah H Syofwatillah Mohzaib. Dibuat dilorong Budiman Tangga Butung Kelurahan 35 Ilir, Palembang tahun 2002 dan selesai 2009. Selama tujuh tahun proses pembangunan menghabiskan dana Rp 1,2 miliar.

“Dana tersebut berasal dari donatur. Tokoh pertama kali berdonatur yaitu almarhum Taufik Kiemas, lalu Marzuki Alie dan Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu masih menjabat Menkopolhukam,” kata Humas Bayt Alqur’an Al Akbar, Idris Palupi kepada portaltiga.com.

Bayt Alqur’an Al Akbar ini punya arti rumah kitab suci umat Islam besar. Dari 30 jus yang terdiri dari 630 halaman, baru terpasang 15 jus di lantai 1 hingga 5. Faktor keterbatasan tempat membuat 30 jus ukiran kayu belum terpasang semuanya.

“Insya Allah sisanya nanti akan dipasang dekat pintu masuk. Sekarang sudah dilakukan pembangunan lima lantai. Target kita selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang,” jelasnya.

Proses pembuatan Bayt Alqur’an Al Akbar terdiri dari empat tahapan. Tahap pertama, menurut Idris Palupi, Alquran Al Akbar dibuat di kertas karton, lalu dijiplak atau disalin di kertas minyak. Sebelum dicetak di kayu, terlebih dahulu salinan tulisan Alqur’an di cek kebenaran ayat-ayatnya oleh tim pentasi yang terdiri dari hafids, hafidsoh dan alim ulama.

Setelah proses penjiplakan, dilanjutkan pada tahap kedua, yaitu proses penyiapan papan. Bahan baku pembuatan kayu Alqur’an dsri katu Temtesu, sejenis kayu Trembesi atau Ulin. “Lalu dilanjutkan tahap ketiga, proses pemahatan yang melibatkan 23 orang perajin ukiran,” tandasnya.

Tahap keempat, yakni filture. Proses pemberian warna, motif, bingkai dan ornamen Alqur’an. Warna kuning keemasan dan merah maron dipilih, karena Palembang ada budaya China. Kota Palembang penuh sejarah dari jaman kerajaan Sriwijaya, kesultanan Palembang Darussalam dan sampai sekarang budaya China masih kental di Palembang.

“Warna kuning emas melambangkan kejayaan. Sedangkan merah maron melambangkan keberanian. Artinya, kejayaan bukan saja umat Islam yang merasakan dan menikmati ukiran kayu Alqur’an Al Akbar, tapi juga non Islam,” paparnya.

Ukuran Alqur’an al akbar ini beda dengan ukuran Alqur’an pada umumnya. Alqur’an al akbar yang satu ini tingginya 177 cm, lebar 144 cm, tebal 2,5 cm dan berat 1 keping kayu 50 kg. Jumlah kayu Alqur’an 316 keping dengan 30 jus.

“Saking besarnya dan terbuat dari ukiran kayu, Bayt Alqur’an Albar mendapat pengharagaan dari Museum Rekor Indonesia Dunia (MURI). Diresmikan oleh Presiden SBY saat itu dan dihadiri 51 perwakilan parlemen Islam dunia,” tambah Idris Palupi. (bmw/tea)

Leave A Comment