portaltiga.com
Intermezzo

Bantu Korban Banjir, Pemkab Lamongan Dirikan 6 Posko

wagub Jatim saifullah Yusuf bersama Bupati Lamongan Fadeli saat meninjau lokasibanjir di Lamongan

 

Portaltiga.com :Banjir di Lamongan yang merendam 3.200 rumah penduduk, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan harus bertindak sigap. Untuk membantu warga korban banjir, Pemkab Lamongan mendirikan 6 Posko.

Posko tersebut masing-masing berada di Banaran, Bedahan, Babat, Plaosan, Sogo dan Sumurgenuk. Setiap Posko dilengkapi dengan tim medis dan tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Kami sudah siapkan enam posko di enam titik yang siap melayani warga selama 24 jam,” kata Bupati Lamongan Fadeli ketika ditemui di Kantor Bupati Lamongan, Senin (7/3), sebelum sidak banjir bersama Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jalan Gotong Royong, Babat.

Selain personel yang siaga sehari semalam, di dalam posko juga disediakan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama paket sembilan bahan pokok (sembako). “Stok untuk di posko yang disiapkan 600 paket sembako ditambah 38,7 ton beras atau 4 ons per jiwa. Obat-obatan juga tersedia,” ucapnya.

Kendati disiapkan posko, namun tidak ada satupun warga yang mengungsi karena memilih tetap di dalam rumah. Sebagian diantaranya memilih tinggal di rumah kerabatnya yang tidak terdampak banjir.

“Kami mencatat ada sekitar 3.200 rumah penduduk terendam banjir. Rinciannya di Kelurahan Babat sekitar 2.000 rumah, Kelurahan Banaran 500 rumah, Desa Bedahan 400 rumah dan Desa Sogo 200 rumah,” kata Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati.

Menurut dia, banjir melanda sejumlah titik di Lamongan sejak 26 Pebruari 2016. Faktornya selain curah hujan tinggi, juga karena volume air dari Kalitonang penuh ditambah tidak berfungsinya rawa-rawa sekitar.

“Khusus rawa-rawa, ada tiga rawa milik Pemprov dan puluhan lainnya milik Pemkab. Dalam waktu dekat ini dipastikan ada normalisasi karena selama ini tidak sesuai fungsinya,” kata mantan anggota DPRD Jatim ini.

Tidak hanya rumah dan jalan raya, banjir juga menggenangi sejumlah sekolah, Kantor Komando Rayon Militer Babat, kantor PLN Area Pelayanan dan Jaringan Babat dan lainnya. Sebagai langkah awal, pemerintah memanfaatkan pompa banjir yang tersedia, yakni dua unit milik Pemkab Lamongan dan dua unit lainnya milik Pemprov Jatim. (Bmw)