portaltiga.com
Umum

Banjir Setinggi Dua Meter Genangi Kabupaten Jombang

Portaltiga.com – Banjir setinggi hingga dua meter menggenangi sejumlah kecamatan di kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak Selasa (19/12/2017). Hingga hari ini, banjir masih berkisar setinggi dada orang dewasa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten mengatakan, para warga terdampak banjir saat ini sudah dilakukan proses evakuasi ke tempat pengungsian.

“Warga harus kami evakuasi, karena ketinggian banjir ada yang hingga 2 meter. Proses evakuasi sudah tadi malam, dan sampai pagi ini warga masih ada yang di tempat pengungsian,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang Gunadi di Jombang, Rabu.

Ia mengatakan, musibah banjir terjadi karena hujan yang turun terus menerus di sekitar Jombang. Hujan turun sejak Selasa (19/12/2017) sore hingga malam, sehingga memicu terjadi banjir. Daerah yang terkena banjir itu antara lain Kecamatan Jombang, Bareng, Mojowarno, Mojoagung dan Sumobito.

Dari sejumlah daerah yang terkena dampak banjir itu, ada beberapa yang paling parah, yaitu di Kecamatan Mojoagung, sebab ketinggian air hingga 2 meter. Warga dievakuasi di Balai Desa Kademangan dan RPH Mojoagung, Kecamatan Mojoagung.

Total pengungsi yang terdata awalnya hingga 405 orang. Namun, jumlah itu berkurang drastis pada Rabu pagi, menjadi hanya 24 orang saja. Warga mayoritas langsung kembali ke rumah mereka, memastikan kondisi rumah.

“Sebenarnya genangan air masih setinggi dada orang dewasa. Tapi, warga yang mengungsi sudah ada yang pulang dan saat ini yang di tempat pengungsian tinggal 24 orang saja,” katanya.

BPBD, kata dia, selain membuat tenda untuk tempat pengungsian juga membuat dapur umum. Warga yang menjadi korban banjir tidak bisa memasak, sehingga dibuatkan dapur umum untuk keperluan logistik warga. Dapur umum itu akan memasak untuk keperluan sekitar 400 lebih KK, yang terdampak banjir.

“Kami juga dibantu relawan, TNI, jadi kami membuat dapur umum. Kami suplai bahan pokoknya, nanti bisa dimasak,” katanya.

Ia juga mengatakan, sebenarnya daerah yang terkena dampak banjir itu langganan. Setiap terjadi hujan deras selalu banjir. Bahkan, pernah dalam satu tahun terjadi banjir hingga enam kali. Namun, warga juga masih enggan untuk pindah ke tempat lain, sebab daerah itu adalah tempat kelahirannya.

“Kalau soal pindah, mungkin karena tempat kelahiran awalnya di sana, jadi mereka bertahan. Bahkan, yang tahun lalu atap hingga tidak kelihatan, mereka masih ada yang bertahan. Jika mereka ada kemauan untuk pindah, artinya mereka sudah mau menghindari banjir, tapi mereka tetap bertahan,” katanya. (ant/tea)

Related posts

Koramil 0829/12 Modung Bersama BPBD Droping Air Bersih Untuk Warga

admin

Gotong Royong Tangani Bencana Bersama Team Work For Disaster BPBD Jatim 

admin

Gus Ipul Takziyah Korban Tewas Banjir di Mojoagung

admin