Bangkitkan Sociopreneur, Dosen UMSIDA Lakukan Pendampingan Di Lamongan

Portaltiga.com – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang diketuai Fajar Muharram, dengan anggota Choirun Nisak Aulina dan Joko Susilo melakukan pendampingan economic–social recovery bagi masyarakat desa Ardirejo, kecamatan Sambeng, Lamongan, Jawa Timur. tergabung dalam

Kegiatan yang terlaksana atas dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan melalui pendanaan tahun kedua dari KEMENRISTEKBRIN ini menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Fasthabiqul Khairat yang aktif di bidang pengembangan kreatifitas dan produktivitas hasil alam.

Fajar Muharram ketua program PPDM Abdimas Umsida mengatakan, pendampingan economic–social recovery mampu menjadi harapan bangkitnya ekonomi masyarakat

”kami dari Tim Umsida sangat berterima kasih kepada DRPM UMSIDA dan KEMENRISTEKBRIN yang pada tahun kedua ini memberikan kepercayaan dan pendanaan untuk Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), dan memilik harapan untuk kebangkitan sosial ekonomi bagi masyarakat Ardirejo di masa pandemi covid-19 ini” ungkapnya.

Kegiatan pendampingan bertajuk “PPDM Desa Ardirejo Sosiopreneur B-Craft Sebagai Promotor Desa Mandiri Ekonomi dan Ramah Pendidikan Inklusif” merupakan kegiatan lanjutan yang dimulai sejak tahun 2019. Dan pada tahun 2020 adalah kegiatan di tahun kedua.

PPDM yang dilakukan pada tahun pertama pendampingan adalah pemanfaatan daun pandan dan gebang, menjadi lebih memiliki nilai jual. Produk yang awalnya hanya menjadi tikar ditingkatkan menjadi produk-produk kreatif seperti menjadi tas, sandal, tempat tisu, juga benda-benda kreatif seperti miniatur perahu pinisi, rumah adat, gedung dan lain-lain. Pesertanya adalah ibu-ibu pengurus rumah tangga dan wali murid yang berdomisili di desa Ardirejo.

Tahun 2020 ini adalah kegiatan pendampingan kedua. Dilakukan di tengah pandemi Covid-19 Tim Abdimas Umsida melakukan langkah ganda, yaitu dengan melalakukan cara daring dan turun ke lapangan dengan mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan yang dilakukan seperti pelatihan B-Craft secara online kepada para pemuda anggota PKBM, memberikan pelatihan kepada guru-guru PAUD Fasthabiqul Khairat tentang strategi pembelajaran online, dan dukungan dalam bentuk pemasaran yang lebih menarik melalui pasar online dan promosi melalui media sosial secara luas.

Pendampingan economic – social recovery dilakukan untuk memberikan sosialisasi dan pembentukan kampung tangguh di tengah-tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut membuat Tim Abdimas Umsida untuk melakukan analisa sampai pendampingan untuk memulihkan kondisi psikis dan kepercayaan diri untuk tetap berkarya di tengah kondisi pandemi dengan mentaati protocol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tim Abdimas Umsida juga membuat konsep pembelajaran new normal dan daring pada PAUD Fastabiqul Khairat berupa modul pembelajaran digital untuk guru-guru PAUD. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses transformasi belajar dari guru ke murid di masa transisi menuju era new normal. Selain modul pembelajaran digital, tim abdimas juga melakukan pelatihan daring kepada guru-guru PAUD, sehingga memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang strategi serta aplikasi teknologi pembelajaran.

Sementara itu, Farhan Lidilillah ketua PKBM Fasthabiqul Khairat desa Ardirejo menyambut baik langkah tersebut, karena dinilai dapat meningkatkan optimisme dan semangat berkarya di tengah pandemi. “Terima kasih banyak atas dukungan dari DRPM UMSIDA, tim Abdimas Umsida, dan juga pemerintah,” katanya. (tea/tea)

JOIN THE DISCUSSION