Antisipasi Serangan Teroris Susulan, DPR RI Desak Personel BIN Ditambah

 

Portaltiga.com: Kurang ada antisipasi sebelum ada ledakan bom di Sarinah Jl. Thamrin Jakarta Pusat , Kamis (14/1) dinilai oleh DPR RI karena BIN (Badan Intelijen Nasional)
mengalami kekurangan personel. Anggota Komisi 1 DPR RI Saifullah Tamliha mengatakan sebelum ada kejadian awal tahun 2016 lalu Kepala BIN Sutiyoso sudah memperingatkan
akan adanya bahaya tersebut. “Ini bukti kalau pihak BIN sudah bisa membacanya adanya ancaman tersebut. BIN sudah bisa membacanya dan seharusnya bisa mengantisipasinya.
Namun terkendala karena personel yang terbatas. Bang Yos (Kepala BIN Sutiyoso) sudah bicara kepublik dan DPR RI kalau minta tambahan personel dari 400 personel menjadi 5000 personel. Namun oleh Menteri Pendayaan Aparatur
Negara dan Reformasiu Birokrasi (MenPAN RB) tak ada rekrutmen pegawai. Inikan yang sangat disesalkan dan kami mendorong pemerintah memenuhinya secepatnya,”ungkap politisi asal PPP ini saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (15/1).

Kedepan, kata Saifullah Tamliha, jika nantinya ada rekrutmen anggota BIN, seharusnya direngkrut yang mengerti tentang IT. “Rata-rata teroris lebih canggih untuk IT. Ini harus diimbangi oleh negara,”imbuhnya.
Selain kekurangan personel BIN, Saifullah Tamliha mengatakan dirinya melihat untuk perburuan teroris di Indonesia yang dilakukan pihak kepolisian masih setengah-setengah.
“Seharusnya diberantas sampai tuntas dan jangan dicicil. Padahal aparat sudah bisa membacanya kalau teroris hanya itu-itu saja,”lanjutnya.
Khusus untuk kasus bom Sarinah, kata Tamliha, dirinya melihat pemerintah khususnya aparat harus menerapkan prosedur penanganan teroris di saat kejadian luar biasa. “Kita lihat terorisnya
masih bisa berkomunikasi dengan teroris yang dilapangan dan yang bersembunyi. Di Amerika Serikat begitu ada kejadian teroris, pemerintah langsung mematikan jaringan listrik dan komunikasi
sehingga ketika serangan teroris terjadi tidak ada komunikasi antar teroris. Yang berbahaya ini justru teroris yang ada persembunyian yang berusaha mengendalikan teroris dilapangan,”pungkasnya. (CSR)

JOIN THE DISCUSSION