Anggaran Dinas PU Pengairan Perlu Ditambah untuk Antisipasi Banjir

Portaltiga.com – Musibah banjir yang melanda 14 kabupaten di Jatim beberapa waktu lalu membuat Komisi D DPRD Jatim prihatin. Banjir yang melanda ini dirasa sangat menyengsarakan warga terdampak.

“Terkait dengan adanya bencana di beberapa daerah di Jatim secara kemanusiaan kita mengucapkan prihatin. Ini bagaian dari ujian Allah,” ujar Ahmad Heri, anggota komisi D DPRD Jatim, Sabtu (9/3/2019).

Menurut Heri, untuk mengantisipasi kejadian serupa, pemerintah pusat dan daerah harus terintegrasi dalam mencegah dan melakukan penanganan terhadap sungai di Jatim.

Penanganan itu harus dilakukan simultan agar kondisi sungai terus terpantau, sehingga banjir besar bisa dihindari.

“Tetapi kita melihat kemanusiaan bagaimana kita melakukan antisipasi persoalan banjir dan bencana. Manajemen pembangunan seperti one river one manajemen harus diterapkan untuk mengatasi persoalan ini,” tambahnya.

Kata Heri pihaknya khawatir, kalau tidak ada penanganan bersama, maka beberapa sungai dikhawatirkan akan luput dari pantauan. Pasalnya, di Jatim sendiri dilewati beberapa sungai besar seperti Bengawan Solo, sungai Berantas yang membutuhkan dana besar untuk merawatnya.

“Kita melihat ada integritas perencanaan pembangunan pengairan di sungai sekunder dan tersier. Kalau tidak terintegrasi maka akan sukit dalam penangannya,” tambah politisi Nasdem itu.

Heri juga meminta agar Pemprov Jatim menambah anggaran di sektor pengairan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Jatim 2019 mendatang. Menurut dia, saat ini anggaran di sektor tersebut sangat minim dan terkesan kalah dengan sektor lainnya.

Menurutnya kenaikan anggaran itu dibutuhkan untuk recovery pasca banjir dan pengerukan beberapa sungai yang mengalami pendangkalan.

“Harus ada peningkatan anggaran di sektor pengairan. Sehingga kedepan pemeliharaan aliran sungai dijatim bisa tetanganidengan baik. Kasus banjir akibat luapan sungai bisa dieliminir,” pungkasnya. (ars/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION