Headline News

23 Negara Bahas Perpajakan di Surabaya

28/11/2016
184 Views

Portaltiga.com-Isu perpajakan menjadi trending toppic bukan saja di Indonesia tapi di seluruh negara isu ini selalu ramai dibahas. Untuk itu, dalam rangka mencapai kesepakan bersama soal perpajakan dari berbagai negara, pembahasan ini akan digelar di Surabaya mulai Rabu (30/11/16) hingga Minggu (03/12/16) melalui ‘Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030’ yang akan dihadiri 23 negara.

Untuk itu sebagai tuan rumah penyelenggaraan  Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030, Pemkot Surabaya melakukan berbagai persiapan agar event ini berjalan lancar sehingga menghasilkan point penting bagi kebijakan kerjasama soal perpajakan suatu negara. Agenda ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri RI dengan South Centre, yakni sebuah organisasi yang membidangi investment (investasi), finance (keuangan) dan trading (perdagangan).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Wiwik Widayati menegaskan, agenda ini menjadi perwujudan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengoptimalkan sektor pariwisata Surabaya di bidang MICE (Meeting Incentive, Conference/Convention and Exhibition).

“Sektor pariwisata bidang MICE ini salah satu yang kami optimalkan. Dan kami bekerja sama dengan kementerian,” ujarnya, dalam jumpa pers bersama Kementerian Luar Negeri, di Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (28/11/16).

Ia menjelaskan, forum di Surabaya ini merupakan yang pertama dan dimaksudkan sebagai forum tahunan. Nantinya akan diluncurkan di berbagai kota di negara berkembang. Adapun platform nya adalah pembahasan isu pajak di negara-negara berkembang.”

Sementara itu,  Minister Conselor Perwakilan Tetap RI di Jenewa yang menangani masalah ekonomi, pajak, invstasi, lingkungan dan perdagangan, Mohamad Takdir mengatakan, Perihal dipilihnya Surabaya sebagai lokasi digelarnya agenda acara ini, bahwa itu terkait dengan geliat Surabaya dalam perekonomian yang relatif lebih bagus dibandingkan kota-kota lain di Indonesia.

“Apalagi, Surabaya juga telah sukses dalam menggelar agenda internasional seperti Prepcom III UN Habitat yang digelar pada akhir Juli 2016 lalu.”kata Takdir.

Takdir juga menjelaskan, kecenderungan diplomasi saat ini lebih mengedepankan lokal. Contohnya di Brasil, Sao Paulo yang merupakan kota kedua, kini lebih sering menyelenggarakan event dibanding ibu kota nya (Rio de Janeiro). Surabaya ini juga punya potensi. Prepcom UN Habitat sudah digelar di sini. It’s time for Surabaya to growth global.

Dikesempatan yang sama Senior Advisor on Finance and Development South Centre, Manuel F Montes, menambahkan, agenda ini disebut internasional karena perwakilan yang datang meliputi negara-negara berkembang dari berbagai benua. Ada dari Afrika, Amerika Latin dan juga Asia.

“Agenda ini untuk bertukar pikiran tentang gagasan sistem tax di negera-negara berkembang juga cara memungut pajak yang bertujuan untuk pembangunan di negara berkembang agar revenue pajak tidak hilang akibat transfer pricing,” ungkapnya. (Trish)

 

Leave A Comment