1.200 Penggunaan Teknologi Nuklir Di Jatim Dapat Pengawasan BAPETEN

20/04/2017
123 Views

 

 

Portaltiga.com : Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), melakukan pengawasan terhadap.1.200 penggunaan teknologi Nuklir di Jatim. Dari jumlah tersebut, 451 instansi diantaranya telah menggunakan teknologi nuklir yang tersebar di sejumlah bidang. Mulai dari industri hingga kesehatan.

 

“Di Indonesia sudah banyak yang menggunakan teknologi nuklir. Untuk Jatim saja ada 451 instansi dari 1.200 penggunaan teknologi nuklir. Penggunaan teknologi nuklir ini perlu pengawasan,” kata Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Choirul Huda kepada wartawan di Surabaya, Kamis (20/4).

 

Dijelaskan, dari 451 instansi yang memakai teknologi Nuklir tersebut, 112 adalah perusahaan dan Rumah Sakit sebanyak 339 titik. Untuk perusahaan, pengguna teknologi nuklir ini meliputi, pabrik minyak, pabrik plastik, pabrik rokok dan lain-lain.

 

Dia memberi contoh dalam pabrik minyak, teknologi nuklir digunakan untuk mencari sumber minyak. Kemudian di dalam pabrik rokok, teknologi Nuklir ini digunakan untuk mengukur kepadatan tembakau didalam sebatang rokok. Sehingga, tingkat kerapatan rongga tembakau menjadi terukur.

 

“Di Rumah Sakit, teknologi nuklir digunakan untuk kesehatan. Misalnya, membunuh sel-sel kanker, menemukan organ yang terinfeksi kanker dan lain-lain,” ujarnya.

 

Untuk itu, BAPETEN perlu melakukan pengawasan dan diatur perijinan agar tidak terjadi penyalahgunaan teknologi tersebut. “Tahun 2016, 92 persen pengguna teknologi nuklir sudah baik. Jumlah ini, lebih baik dibanding skala nasional yang hanya 80 persen,” ungkapnya.

 

Banyaknya penggunaan teknologi nuklir ini, membuat BAPETEN meluncurkan aplikasi B@lis Inspeksi Online. Aplikasi dibangun dengan menggunakan perangkat lunak secara open source. Hal ini untuk memfasilitasi keterlibatan publik dalam proses pengawasan melalui sistem pengawasan yang terintegrasi.

 

Aplikasi ini sebagai media pelaporan kondisi keamanan, keselamatan fasilitas terkait keberadaan sumber radiasi pengion yang meliputi, perpindahan sumber radiasi, informasi terkini sumber radiasi, informasi pekerja radiasi, dan status keselamatan dan keamanan sumber radiasi.

 

“Energi Nuklir ini memang sudah bersentuhan dengan kita dalam sehari-hari. Contoh kecilnya, minum kopi juga mengandung radioaktif, buah pisang dan biji kacang. Bahkan, Gymsum yang terpasang di tembok juga mengandung radioaktif,” paparnya. (Bmw)

 

Leave A Comment